“Oke deh, ayo. Film Porno “Ye… tapi kan aku dah bayar pake makan-makan” jawab Rara sambil memukul lenganku. Kemudian Rara menahan tanganku, sepertinya dia tidak kuat kalau klentitnya diusap terus.Akhirnya aku telentangkan Rara. Pertanyaan terbesar tetap saja, ngapain Rara melem-malem ada tempat hiburan malam di Bandung, sendirian lagi. “Ya iklas lah, namanya juga temen” jawabku. “Iya Yan..” jawabnya lemah. lanjutku.“Jadi mau..” kata rara dengan muka pengen. Yang lebih aneh kenapa minta jemput sama aku ? “Dasar kamu… Ya udah aku punya french fries sama nugget, mau aku gorengin gak ?” tawarku. Well… wtf lah, aku gak peduli lagi, akhirnya aku cium Rara dengan buas.Aku mencium Rara dengan menghisap bibir bawahnya, Rara membalasnya dengan menghisap bibir bawahku.




















