Kami ngobrol ngalor-ngidul gak jelas. Dia memijat bagian depan pundakku. Bokep Tobrut “Lha kalau sama-sama aja kan enak sih,” kataku menggoda. Ini menambah semangatku untuk terus menggempurnya. Ketika itu meja-meja kosong. Sekitar 5 orang mungkin yang melayani aku. Kami ngobrol ngalor-ngidul gak jelas. Tempat yang unik dimaksud, adalah semacam “show room” tapi khusus untuk para istri yang mencari tambahan dengan menerima “tamu”. “ Oo itu mbak Amei, dia udah hampir sebulan nggak kemari, suaminya terlalu ngontrol, tapi gak mampu biayai rumah tangganya, orangnya baik kok mas, ramah. Tapi kalau keluar dari situ boleh pakaian bebas, Lha kalau pakai kain naik motor repot toh mas,” katanya dengan senyum menggoda.Tempat rendezvous itu ternyata adalah milik Mbak Ambar yang tadi menyambutku. Tawaran yang sangat menarik, tentu saja aku setuju.“Mas ke kamar mandi dulu nanti gantian saya,




















