Akhirnya kutemukan suamiku di pojok ruangan,mengenakan topi kerucut tahun baru dan memegang terompet, dia terlihat begitu bahagia. Aku sudah tak bisa menahan mata dan kepalaku lebih lama lagi, kusandarkan kepalaku di tubuh Pak Edy, asisten suamiku, jalan terasa panjang dan lift berjalan begitu perlahan.Kuberikan kunci kamar ke Pak Edy, dia membuka pintu dan menuntunku ke ranjang, aku masih ingat ketika dia meletakkan tas dan selendangku di meja, membuka cover bed yang masih tertutup lalu merebahkan tubuhku perlahan lahan di ranjang,dilepasnya sepatuku lalu memijat kepala dan kakiku, kurasakan nikmat pijatannya, aku begitu lemah dan begitu tak berdaya. Bokeb Belum sempat aku tertidur pulas, kurasakan sesuatu kembali menindih tubuhku,kupaksakan untuk membuka mata, meski samar aku masih bisa mengenali wajah itu, yang jelas bukan Pak Edy apalagi suamiku, meski tubuhku masih tidak bertenaga tapi ingatanku




















