Tapi ia dingin sekali. Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aku ada ide: toh masih ada kancing di bagian lengan, kalau belum cukup kancing Bapak-bapak di sebelahku juga bisa. Bokep Ojol Haruskah kujawab sapaan itu? Hidungnya tidak mancung tetapi juga tidak pesek. Sial. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita. Pasti terburu-buru. Bayar arisan. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Lalu memegang pahaku, “Yang mana..?”Yes..! Tetapi aku masih betah di atas mobil ini. Aku tidak berpakaian kini. Apa katanya nanti? Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Membuatku tidak berani. Bayar arisan. Dipijat seperti ini lebih nikmat diam meresapi remasan, sentuhan kulitnya. Aku kira aku sudah terlambat untuk bisa satu angkot dengannya. Ah sial.












