Keduanya menangis dan memohon untuk dilepaskan yang tentu saja sia sia belaka. Bokep Japan Tejo belum akan melanjutkan genjotannya , ia kini malahan sibuk meremas buah dada Farrah. dan dibelakangnya ada beberapa tombol touch screen lengkap dengan layar LCD sebesar blackberry. Nabila dan Ririn saling memandang ragu. Mata Tejo kini mencari cari petunjuk lain yang sekiranya bisa menerangkan fungsi helm di tangannya ini. Tejo menarik keluar penisnya yang terlihat berkilau basah. “apaan tuh ya…???”
Melupakan niatnya untuk segera pergi , Tejo menghampiri benda tersebut dan memungutnya yang ternyata adalah Sebuah helm. Di pintu tertulis ‘kelas 007’. Bom atom jangan jangan…..”Tejo memungut selembar kertas dari lantai, membacanya sejenak lalu melemparnya lagi ke lantai karena ia tak paham tulisannya.




















