Well, rasa malu Jarwo ternyata jauh lebih besar daripada kekhawatirannya. Bokep SMA Dr.Jarwo tidak menerima pendapat yang menghakimi para maniak seks sebagai individu-individu yang tidak mampu mengontrol dirinya. Jarwo hampir saja menyambut uluran tangan itu dengan tangannya hendak menggenggam namun terhenti karena sadar bahwa gadis itu meminta bayaran. Sampai saat itu dia telah membiarkan rasa ingin tahu menuntun serta mendorongnya mengikuti langkah sang gadis seolah-olah pengejaran itu tidak akan pernah berhenti. Dia sudah tidak sanggup lagi menahan ‘penderitaan’ seperti itu. Bahkan tatap mata wanita yang telentang di depannya itu tidak memberinya petunjuk sama sekali. Akan tetapi selama ini keberaniannya selalu ciut karena merasa khawatir kalau-kalau apa yang ada di balik tembok tua itu benar-benar diluar kemampuan atau diluar dari segala yang ia bayangkan.Lama kelamaan Jarwo merasakan orang-orang di sekitarnya turut merasakan perasaan gugupnya




















