Saya gak berani jamin mereka gak akan menyerang Tamara, kata Tukul menakut-nakuti si cantik Tamara, mending Tamara saya kasih tahu saja, sebenarnya penonton kali ini adalah pemirsa gabungan dari penjara-penjara di seantero Jawa, beberapa diantara mereka terdapat pemerkosa dan pembunuh, orang-orang katro yang taunya hanya bikin masalah. Bokeb Aaaarrghh! Tangannya memeluk Tamara dan bergerak nakal menjelajahi setiap lekuk tubuh Tamara, berulang kali tangan Tukul yang masih memeluk Tamara meremas pantat ibu muda yang cantik itu dengan gemas. Bagaimana mungkin tidak terpancing? Makanya baca dulu sebelum tanda-tangan! Renggangkan kakimu, Tam, kata Tukul. Dengan aksi tipu-tipu pura- pura menyapa penonton, Tukul mengeluskan jempolnya yang besar ke tangan Tamara.




















