Hingga kira-kira setelah satu setengah jam aku menghabiskan waktuku dengannya, aku meninggalkannya dengan satu alasan yang kukarang. Bokep Aku terbangun oleh dering telepon yang terletak di meja kecil tepat di samping tempat tidurku. itu menungguku, memberitahuku warna bajunya dan tempat duduknya, akupun mengatakan warna baju dan ciri-ciriku padanya. Beruntung dia tidak berkeberatan hingga aku bisa langsung pergi tanpa meninggalkan nomor HP-ku padanya, jadi tak ada jejak yang tertinggal. Aku menilainya sebagai pria yang arogan sekali, walaupun wajahnya lumayan bersih, tetapi tidak cukup tampan dan bahkan tidak mempunyai sex appeal sama sekali, untuk bisa memenuhi kriteriaku.Aku benar-benar kecewa, tetapi aku masih bisa bersikap wajar menghadapinya. “Ohh.. Lalu aku berjalan menuju Caf? Mulailah aku menjelajahi dunia maya, ditemani segelas susu panas dan teman-temannya tadi. “Masih di rumah Jakarta, ntar gue pulang dua hari lagi




















