Tapi, aku tidak bergerak sedikit pun. Bokep Barat Tidak lamapun, aku merasa kalau aku telah menemukan rumah baru bagiku. Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. “..Erik? Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat.“Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya.“Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya.




















