Lumayan mahal untuk ukuranku. Bokep Korea Dia tidak mau mengecewakanku. Tapi sekali lagi dia hanya diam dan dengan matanya yang coklat menatapku penuh arti, yang artinya aku juga nggak tahu. Setiabudi terus belok kiri, sampailah aku di cafe “The Peak”. Kulihat satu persatu karyawan yang bubaran, maklum kompleks Ruko. Aku akhirnya bisa main dengan si Vera yang cantik. Kuciumi di atas CD-nya, terus akhirnya semakin ke bawah. Aku tahu Vera sayang denganku, soalnya dia juga bilang kok ke aku. Dia tidak mau mengecewakanku. Kupikir itu pasti Vera. Kaget juga sih aku, ternyata Vera anak orang kaya. Tapi sekali lagi dia hanya diam dan dengan matanya yang coklat menatapku penuh arti, yang artinya aku juga nggak tahu. Ukurannya aku tidak tahu, peduli amat.




















