“Nia? “Iya deh, jangan pulang malam-malam okay.”
“Yop.”Kuletakkan gagang telpon ketempatnya semula, mengambil celanaku dan berpakaian. Bokep Jepang Nia diam saja saat kumasukkan tangaku ke dalam bajunya. Cukup lama dan melelahkan untuk berpura-pura seperti itu. ahh.. sori aku sedikit emosi.”
“Hmm.. Ray.. “Ah.. Aku menjadi bingung, keringatku keluar dari dahi dan sekujur tubuhku. “Ahh.. kita..”
Nia membalikkan tubuhnya,
“Aku tahu kok.. ahh.. “Okay.. Kembali menelentangkan tubuhku, menggenggam batang kemaluanku. nggak apa-apa. “Pulang, pikir dulu perbuatan kamu, baru temui aku lagi!” Huh, ya sudah, pikirku sambil beranjak keluar mengambil sepeda Federal-ku dan ngeloyor pulang. Sempat terpikir olehku tentang apa saja yang telah diceritakan Enni kepadanya mengenai hubungan kami. nggak pernah ada apa-apa kan?” Aku tersenyum kepadanya.“Thanks..”
“Your welcome, Ray,” jawab gadis manis itu sebelum menghilang di balik pintu rumahnya. Waktu itu aku sedang sendiri. Tamparan itu telak mengenai pipiku,




















