“Ini Om, saya habis ‘gituan’ sama mas Agus…” saya jawab begitu nekat dengan harapan 2 bapak ini juga mau memperkosa saya seperti yang telah saya lakukan dengan si penjuali nasi goreng. Begitu juga pada batang keperkasaan yang kedua, ketiga, keempat, dan yang terakhir miliknya pak Karim.Setelah selesai, saya masih belum puas kalau belum meminum air mani mereka. Bokeb Saya yakin mas Agus merasakan senang yang tiada tara, seperti mendapatkan rejeki nomplok. “Ayo dong Om… saya pengen banget lho…” saya bilang lagi untuk menegasakan maksud saya. “Ayo dong Om… saya pengen banget lho…” saya bilang lagi untuk menegasakan maksud saya. “Udah mau keluar nih…” jawabnya. Saya melompat pagar lagi, dan masuk ke kamar diam-diam. Akhirnya saat yang saya tunggu-tunggu, yaitu saatnya saya berjongkok di depan mereka dan mereka mengelilingi wajah saya sambil mengocok-ngocokkan




















