Dan mbak tak ingin semuanya menjadi terlambat.” Pada saat itu aku masih belum mengerti dengan ucapannya itu.Baru sekarang aku paham maksud mbak Siti kala itu.“Saya tdk paham maksud, mbak?”
“Hhhhhhh…..” kudengar ia menghela napas “Kamu ini masih bau kencur, non. Bokep Jepang Aku masih memejamkan mataku mencoba menstabilkan nafasku sambil meresapi sisa-sisa kenikmatan hebat itu.“Gimana, enak kaaan?” tanya mbak Siti.Kudengar juga suara tawa mang Narko terkekeh-kekeh. Mbak ndak keberatan non di gituin sama suamiku. Ketika aku membuka mataku kulihat wajah mbak Siti di hadapanku sambil tersenyum kepadaku.“Gimana? “Sakit..?” tanya mbak Siti kepadaku. Cuma dicelupin ajah, kok! Kelak kamu akan mengerti maksudku”
“Tapi kasihan mamang sendirian…”ujarku.Aku masih belum menerima ia meninggalkan mang Narko. Umur mbak semakin hari semakin tua.




















