what a night.Kukendarai mobilku menembus gelap malam. “Apa..?”
Susu-nya itu loh, menempel di ubun-ubunku, seandainya aku bisa berkata begitu saat itu. Bokep JAV nnggh..” kunikmati gerakan tulang punggungnya yang terangkat. Nyaris tidak ada. umm.. Pathetic, untuk cowok sepertiku. Sampainya di depan pagar, kesadaranku mendadak sedikit pulih. “Ray, jadi inget waktu dulu.” Aku pun teringat. Kukulum lagi bibirnya, sekarang tanganku mengangkat bagian bawah bajunya. setahun yah?”
Ah ya setahun, lama memang. Setelah tamat, ia kembali ke Surabaya dan bekerja di sebuah bank swasta yang namanya cukup kondang di Indonesia.Ceritanya sangat panjang (dan siapapun takkan mau mendengarnya, membosankan), namun yang kutahu saat itu aku butuh teman untuk bicara, untuk.. lampunya..” Nia berkata setengah tertahan.




















