Anak pertamaku karena kelas tiga jadi ada les tambahan.“Baik bu”, jawab pembantuku.Sambil ku beri uang belanja dan kunci motor aku sempat melirik Randi yang tersenyum–senyum padaku. Bokep Cina “Iya bu, terimakasih”, jawabnya.Kami pun menikmati teh yang dibuat oleh pembantuku. Napasku terengah engah tanda napsuku mulai naik. Apa ran?”, aku pura–pura tidak dengar dan sedikit kaget. Pembantu telah pergi dan akhirnya tinggal aku dan Randi, sempat melihat jam menunjukan pukul 12. “Iya mang napa?”, tanyaku kembali.Ku akui rumah kami memang besar bertingkat, kamar tidur ada 6, diatas dua dibawah tiga dan satu kamar pembantu.




















