Dan itu membuatku melayang.Tanganku juga tidak mau kalah, seperti mempunyai mata sendiri yang bergerak mencari sasarannya. Bokep Live Bus semakin sepi mendekati terminal Giwangan. Aku paling suka gelap. Ada sesuatu yang mencengkeram. Setelah kejadian malam tadi, aku sama sekali tidak berani untuk menatap ibu di sampingku. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Sweater tadi kemudian aku tutupkan di atas dadaku, dan kemudian tanganku kulipat. Meremas pangkal dadanya. Dia tahu sekali kelemahan “adikku”. Sungguh, ibu itu mempunyai dada yang sempurna. OOoh, mantab.“Besar …..,” desisnya. Perasaanku mengatakan ada sesuatu yang lain yang akan terjadi.




















