“Maria, kamu adalah milikku seorang.. Dan lagi, sekarang.. Bokeb Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. Maria. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. “Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..”Tak kusangka, pertemuanku dengan Erik Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan ‘liang’ku
menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang.




















