Aku segera menyudahi keasyikanku. Bokep Crot Dadanya yang membusung
turun naik ketika dia menarik nafas. Rasa
penasaranku makin bertambah. Hanya itu. Aku
pun menurut. “Atau…”, Kak Tina memandangku, lalu tersenyum lebar, “Kamu mimpi basah ya, Sapto?”. Aku
pun menurut. Suatu malam, setelah aku kelas tiga, setelah
hampir dua tahun di rumah Pak Rochim, aku sedang tidur dengan Kak Tina
di sebelahku. Pengalaman yang tak pernah kudapat
sebelumnya. Entah ide dari mana, pelan-pelan tanganku
menyentuh dadanya. Aku memandangnya. Aku tak berani
bertanya kepadanya. “Atau…”, Kak Tina memandangku, lalu tersenyum lebar, “Kamu mimpi basah ya, Sapto?”. Banyak sekali, mengotori celanaku. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya
selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang
disembunyikannya. “Bangun! Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di
pahanya. Akupun makan. Antara rasa takut akan ketahuan dan kenikmatan
meletakkan tanganku di atas dada seorang dara.




















