No info
Aku mendesah kecil, takut terdengar orang serumah. Sial! Bokeb Hahahahahaaa.” Adit tertawa terbahak-bahak. “Aghhh teteh maaf.” Katanya sambil membalikan tubuhku. Tadi kan yg sms dia. Apa mereka ga takut barang-barang ada yg hilang? Paling iseng-iseng maen. Aku fikir dia bukan seperti anak-anak yg lainnya. Akhirnya setiap hari, kami sms an. Siang itu, aku melihat ada Adit, salah 1 anak paling lama yg suka tinggal dirumahku sedang menaiki tangga sambil membawa ember jemuran pakaiannya. “Eh teteh, boleh.” Jawab nya terlihat sedikit kaget mendengar todonganku, lalu dia mengotak atik hp nya lalu menyerahkan padaku. “Oohhh itu. Gumamku dalam hati. Penasaran, aku keluar menuju dapur yg bedekatan dgn ruang tengah yg biasa dipakai kumpul oleh mereka.





















