Tanpa kuduga ia mendorongku untuk bersandar ke bangku, dengan sigapnya tangannya membuka sabuk yang kupakai, lalu membuka zipper jins hitamku. “Bolehlah.” Kataku, setelah berpikir kalau besok aku tidak harus pagi-pagi ke kantor. Bokep China Mikha tak sadar, dia memejamkan mata, menikmati asap rokok yang mengepul dan keluar melalui jendela yang terbuka. Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang. Dengan lincah Mikha telah duduk di sampingku. Jangan malah…” Teriak salah seorang temannya. Kemana lagi?”
“Kita ke pantai saja yuk. Paling lincah, paling menarik. “Eh, Mas, Mas Joe! Waktu teriak, ikutan teriak. “Eh, Mas, Mas Joe! Saat aku kembali, gerombolan Mikha masih ada di sana. Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Dia telah semakin akrab denganku.




















