“Kalau kamu tidak menjawab apa yang barusan kamu bilang, aku akan menjewer telinga si bungsu yang manja ini yach”, ujarku sambil menarik telinganya. Ia menggigit memohon agar cumbuanku dituntaskan pada permainan cinta yang sesungguhnya. Bokeb “Coba aja kalau berani, nanti kuadukan ke Mami bahwa Bang Jack jahat,” ujarnya manja. “Iya Mami, aku juga berada di sini karena mami tugasin, daripada diintip anak kampung, suer aku akan jaga A Sui Mam”, timpalku sambil mengangkat dua jariku.Pagi itu memang berbeda dengan biasanya, kabut seolah enggan beringsut karena sang mentari juga masih tertutup mega mendung yang terus menyelimuti hingga mendekati pukul 09.00 pagi itu. Tatapannya yang mengundang tanya itu membuatku menyibakkan rambutnya yang halus. Sesaat kami hanya saling menatap dan aku menikmati pemandangan indah di depanku.










