Akupun mendekatkan bibirku dengan bibirnya, aku pagut lembut…dia tidak membalas juga tidak menolak. Bokep Cina aku tersenyum kecil mendengar alasannya yang sangat lucu…humoris juga dia, “baiklah…mungkin lain kali”
kataku
“oh ya, jika ada apa-apa masalah administrasi di sini atau masalah kerjaan jangan sungkan bicara aja ya, nanti aku bantu” aku masih berusaha mencari celah. nafasnya terus tersengal, kedua tangannya meremas kain sprei kasurnya itu. Kini tangan kananku mengangkat jilbabnya ke atas, memberikan ruang agar kepalaku bisa masuk kedalamnya. “Ya sudah kalau kamu ngga apa-apa, kalau kamu butuh bantuan jangan ragu minta tolong ke aku ya”
“iya kak, terima kasih”Esokan hari-nya hari jum’at, aku berencana pulang agak cepat. Suapan kedua ini jarinya lebih lama berada di dalam mulutku. “Kak…” dia membuka perakapan ditengah hening kami menikmati pertempuran yang baru saja selesai. akhirnya aku di bantu Rinda lagi




















