Aq tdk ingat motifnya, hanya ingat warnanya.“Mau dipijat atau mau baca,” ujarnya ramah mengambil majalah dari hadapanku,
“Ayo tengkurep..!”Tangannya mulai mengoleskan cream ke atas punggungku. “Oh ya. Bokep Tobrut Betulkan, ia tdk akan datang begitu saja. Membuatku tdk berani. Semua orang bebas masuk asal punya uang. Lama sekali ia memijati pangkal pahaku. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Bayar arisan. “Si Anis, yg tadi. Kadang-kadang ketimun. Hap.“Mau pijit lagi..?” ujar suara wanita muda yg kemarin menuntunku menuju ruang pijat. Suara itu lagi. Aq tdk dapat lagi memandanginya.Kantorku sudah terlewat. Ia menekan-nekan agak kuat. Lha wong Mbak Iin menutupi wajahnya begitu. Ayo cepat ia hampir selesai membersihkan belakang paha. Badannya berbalik lalu melangkah.




















