Kami melanjutkan mengobrol sebentar, setelah itu aku kembali ke kantor. “Yaa… padahal Rina udah siapin makan malem.” Rina kelihatan kecewa.Sebenarnya aku belum makan malam. Bokep Mama Tangannya yg lembut halus membelai wajahku. Dia membungkuk, sehingga kedua payudaranya menggantung bebas di depan wajahku.“Sand, perah susu aku ya?” pintanya nakal. Kemudian ia duduk dan menatapku. Payudaranya menekan dadaku, begitu kenyal rasanya. maklum dong, selama ini ditahan terus.” aku membela diri.“Oke deh, kita istirahat sebentar.”Tari kemudian menindih tubuhku. Ukurannya lumayan juga. Jantungku berdetak cepat. Ternyata Lia seperti juga Tari, tipe yg mudah akrab dgn orang baru. Setelah bertemu, Tari langsung mengajakku naik ke mobilnya. Aku tidak tahan dibuatnya.“Aahh… Tari… udahan dulu dong..!”“Kok cepet banget keluar?” ledeknya.“Uaah.., aku kelewat nafsu sih.. Kalau dituruti nafsuku, pasti setiap hari aku minta jatah dari Rina. Kok bisa ya akur ama




















