Hanya itulah yang bisa kubanggakan, tak ada yang lain.Tampang jelek muka bersegi, tinggi kurus dan hitam ini sangat mengganggu aku, karena aku sebenarnya ingin sekali punya pacar. Bokep SMA “Maafkan Tante”, bisikku di telinganya. Angin juga semakin kencang dan hujan makin deras sehingga rumah itu seperti bergoyang. Dihapusnya peluh yang meleleh di pelipisku. Kotaku itu adalah kota yang masih kolot, apalagi di lingkungan tempat aku tinggal. Aku memperlambat lalu menghentikan kocokanku. Aku tak banyak bicara hanya kalau dekat Tante Ratih saja, atau Lala atau perempuan cantik lainnya. Penggerebekan di depan gawang. Tapi mana aku mau? Dan pertempuran sengit dan panas itu berlanjut lima lalu sepuluh menit lagi. Berdekatan dengan mereka aku gugup, mulutku terkatup gagu dan nafasku sesak.










