Akupun tidak tinggal diam untuk melacak mangsa tulisanku luput sampai disitu. Bokeb Ponsel berbunyi terus kubiarkan sampai tiga kali panggilan baru kuangkat. Aku pasrah Roni menciumi aku mulai dari ujung rambut sampai kakiku, dengan penuh rasa sayang dan menikmati keindahan tubuhku. Ramah mengatakan kalau laki-laki tadi tidak bisa menginap sampai pagi, karena takut ketahuan sama istri dan anaknya. Sementara radio rekamannya dia pegang, aku minta dia ngga kasih. Hati-hati di jalan licin bang. Yang pasti aku tidak tahu persis apa cerita orang itu, hanya melihat Ramah dipeluk silaki-laki tadi dengan erat sambil mencium bibir Ramah di tengah-tengah lampu yang samar-samar. Kurang lebih lima belas menit dimuka café, penulis mengajak gadis itu kedalam café.




















