Itulah hal yang sangat aku syukuri.Pas bulan puasa, tiba-tiba suamiku melakukan sesuatu yang mengherankan. Suamiku membalas pelukanku.“Ada apa sayang?” tanyanya. Bokep Ojol Sekuat-kuatnya!”Eki mengangguk. Suamiku yang tadinya kesal pun tak jadi memarahinya. Karena kami menghindari kehamilan, bahkan sebagian besar sperma suamiku masuk ke dalam mulutku.Malam itu kami lupa kalau Eki tidur di gazebo depan. Takutnya kalau ada angin besar dan lampu mati. Jarang aku orgasme secepat itu. Sambil menatap mataku, dia bertanya,“Benarkah?”Aku mengangguk pelan sambil menangis,“Aku hamil, mas…”Jelas suamiku juga kaget. Untungnya esok itu hari libur, jadi aku tidak harus buru-buru menyiapkan sekolah anak-anak.Hari-hari selanjutnya berlalu dengan luar biasa. Hanya saja, Eki belum berani main ke rumah. Dengan hati-hati dia berusaha tidak mengenai perutku karena takut akan menyakiti kandunganku.Ohhh… aku sudah sangat bernafsu!Sekitar 15 menit Eki memaju-mundurkan pantatnya.




















