Mbak Marisa berdiri di sana.Ia pasti masuk lewat pintu terobosan di belakang yang tidak terkunci..“Punya lilin?” tanyanya. Eh, ayah dan ibumu lama ya perginya?” Tanya Mbak Marisa.“Sampai minggu depan!” jawabku.“Kesepian, dong?” celetuk Mbak Marissa.“Iya, gitu deh!” kataku, masih sedikit gugup.“Mbak gimana?”“Biasa aja. Bokep Hidung mancung. Aku menatap lapisan awan hitam itu sejenak. Ia memberikan foto kopi KTP dan kartu keluarga kepada ayahku. Aku balik menyerangnya, menggumulinya dan memberikan semua yang ia ingin dan ia mau. Aku berseru senang dalam hati manakala kutahu ia adalah tetangga baruku.Satu-dua hari pertama tak terlihat perempuan itu di luar rumah.




















