katanya kepadaku.Iya.Wawancarai kita dong, Salah seorang temannya nyeletuk.Emang mau?.Tentu dong. Diana terpejam dan kudengar nafasnya mulai agak
terasa memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat membara. Bokep Montok Tanganku memegang dadanya, meremasnya dari balik kaos tipis dan bhnya.Sesaat kemudian kaos itu telah kubuka. Jangan didiemin aja.Gimana caranya? Gak ada yang mau ngantarin nih.Aku pun mengangguk. Kata cewek manis
itu, lalu temantemannya yang lain pun menyebut nama. Boleh saya menumpang? Kunikmati kecantikan wajahnya. Aku rasakan hatiku tergetar, bibirku pun kurasakan bergetar,
begitu juga dengan bibirnya.Aku tersenyum, dan ia pun tersenyum. Padahal diproyeksikan untuk menjadi calon presiden. Namun kami duduk telah semakin rapat, sehingga dapat
kurasakan lembutnya tubuh yang ada di sampingku.Tibatiba Diana mencium pipiku.Terima kasih, Mas Ray.Untuk apa?Karena telah mau menemani Diana.Aku hanya diam.




















