Kamar tidur, kamar tamu dan dapur. Bokep Indo Om Yanto mencoba menganalisa. Keadaan dia, dua tangannya nyaris nggak bbisa pegang apapun. Pintunya ditutup dulu, nanti ada kucing masuk Aku segera menutup pintu depan. Aku memberanikan diri memohon. Dia diam membisu sambil menggigit bibirnya menahan sakit. Atau di karpet juga bisa. Tengah malam, aku terjaga. Sayur sudah masak. Aku menengok ke kamar tidurnya, tidak ada. Yang kupakai ini dibuang saja, sudah separo terbakar. mungkin sudah pembawaan. Runcing indah di atas bibirnya yang mungil. Aku sedikit memahami penjelasan mereka. Tanganku dipegang dan dituntun ke garis di tengah tenpiknya. Di luar aku nggak berani dengerin radio lagi. Memang kesannya dia baru marah. Apalagi kedua tangannya diangkat naik karena takut telapak tangannya yang luka terkena air, sehingga keteknya yang bermbut tipis itu terbuka lebar.




















