” Oooouhhhhh Om.. Kalau kali ini Khom minta sesuatu boleh ngak ! Bokeb terus Om. terus Om. Tak ada pilihan lain biarkan perut menunggu sebentar, toh yang bibawah perut juga kelaparan. Dia kembali tidur dipangkuanku dan sekarang dia malah membiarkan tanganku menelusup ke balik jilbab putihnya,menekan ke dua payudaranya. ” belum sempat kujawab Khomsiyah sudah ngrocos lagi.” Jangan kawatir, Khomsiyah tadi udah pamit mau nginap dirumah teman sama paman ” Dia seperti bisa membaca jalan fikiranku. AKhirnya Khomsiyah meraih tangan kiriku dan entah sengaja atu tidak tanganku didekap erat didadanya. tuh lihat tuh orang orang pada mandangin kamu.”” Sorry lah .. Bentuknya masih bulat dan padat mebuat aku tidak sanggup lagi menahan diri. Dia mulai teransang dengan hebatnya, matanya sayu dan redup, bibirnya merekah setengah terbuka dan basah oleh hasrat kewanitaan yang




















