” Tanganku memegang erat bahu mas Tommy yang aku rasa sudah basah oleh keringat, kini tubuhnyapun basah tapi aku tetap sesekali menciumnya.ampai akhirnya mas Tommy mengerang sedikit lebih keras “Aaaaaaggggghh…. Bokeb Sepeeti biasa mas Tommy memeluk tubuhku lalu merebahkan tubuhku setelah itu diapun menyusuri belahan memekku dengan mulutnya “OOouuugggggghh.. Dan aku sadar kalau ini semua mungkin sudah suratan bagiku. Kami sering melakukan adegan seperti dalam , dan kami kira itu cinta ternyata semua itu hanya nafsu belaka tidak lebih.Aku menyadarinya ketika dia dengan mudahnya menghinaku dan sering membesar-besarkan masalah yang hanya sepele. Mungkin aku sudah meninggalkan semuanya, tapi kini aku hanya bisa menyesali semuanya tanpa tahu harus berbuat apa juga pada hidupku. aaagggggghhhh… oooouuugggghhhh…… aaaaaaagggggghhh…. Semakin geli juga aku rasakan pada tubuhku dan serasa ada aliran kenikmatan yang terus mengalir dalam tubuhku




















