Temennya juga..” ujar Sara sambil tertawa kecil. Dan lagi, sekarang.. Bokep Barat Saat itu, aku benar-benar sendirian. Kenapa katamu?! Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu. Dan semalaman dia tidur sambil memelukku dengan hangat.“Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku




















