Asyiknya aku gampang sekali jatuh cinta (hahaha…).“Ayo… teman-teman, ikut aing… aing udah booking kamar yg cukup untuk 20 orang,” seru si Peter.Terpaksa deh aku mengalihkan perhatian aku dari belasan wanita di cafetaria tersebut. Motel ini sangat lux dan biayanya tak mahal-mahal sekali. Bokep Family Ternyata efeknya luar biasa, terlihat keriangan dan secercah harapan di sorot matanya.“Terus…?” selanjutnya aku cuma asal bicara saja, aku bilang kalau dia berusaha dia akan sukses (tentu saja bukan?).Habis itu kami menjadi akrab, dia bicara banyak mengenai kondisi dia. Bahkan kamu membenci mereka…”Kali ini terlihat matanya berkaca-kaca. Aku sendiri berbaring di samping Diah. Kemudian aku memperhatikan garis-garis tangannya. Suara si Peter yg sangat bagus bercampur baur dengan suaranya Hendi yg sumbang.




















