Kepalanya perlahan bergerak maju mundur mengulum kontolku.Di belakangku Timo masih terus menghisapi kontol Budi. Bokep Montok Budi hanya terdiam, sesekali memaksakan diri tersenyum. Seusainya, aku kembali lagi ke Budi, melanjutkan aksiku. Dan di sisi lain ada Edwin yang menurutku kurang beruntung dalam percintaan. Budi hanya terdiam, sesekali memaksakan diri tersenyum. Ngga kaget kalau dia merasa jijik, pikirku. Saat itu aku bukan hanya sedang menuang minum, aku juga sedang menghadapi sebuah situasi.Situasi yang kerap terjadi di dunia gay: Timo yang berulang kali tersenyum menatapku (meski tahu Budi pasanganku) dan Edwin dengan segala cerita cintanya yang heboh. “Thanks,” kata Timo pelan.Aku beranjak mengambil handuk. Budi pun juga ikut menjilati kontolku. Ngga kaget kalau dia merasa jijik, pikirku. Dan tentunya mereka tidak tahu Budi punya hubungan darah denganku— harapku, setidaknya.










