Jari tangan mulai dingin. Bokep Barat Lalu pijitan turun ke bawah. Ini kesempatan kedua. Tapi tidak apa-apa toh tipuan ini membimbingku ke ‘alam’ lain.Dulu aku paling anti masuk salon. Hitam. “Ini..?” kataku. Sekenanya saja kubuka halaman majalah.“Tunggu ya..!” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika ia menerima kedatanganku.“Mbak Wien.., udah ada pasien tuh,” ujarnya dari ruang sebelah. Juniorku tegang seperti mainan anak-anak yang dituip melembung. Saya bisa masuk angin.” kata seorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak. Ayo..!“Mbak.., pahaku masih sakit nih..!” kataku memelas, ya sebagai alasan juga mengapa aku masih bertahan duduk di tepi dipan.Ia berjongkok mengambil sapu tangan.




















