berember-ember. Film Porno Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. Selera makanku mendadak punah. Tapi Abi kan manusia biasa. Dug! Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.*******Sepekan sudah aku ke luar kota. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! “Alhamdulillah, jazakallahu…,” ucapnya dengan suara mendalam dan penuh ketulusan.Ah, Maryamku, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Tapi Abi kan manusia biasa.




















