Rongga mulut Daissy terasa penuh sesak, dan nafasnya tersengal-sengal.Sementara Daissy sedang melakukan itu semua, Erick telah melepas bath-robenya, lalu mulai melepas baju atas Daissy. Pagi itu Daissy baru saja selesai mandi, ketika menerima telepon dari Erick, mantan cowoknya.“Hallo Sayang, apa kabar?,” demikian terdengar suara yang dulu pernah begitu familiar.Karena sudah beberapa tahun tidak bertemu dengannya ada juga rasa penasaran di hati Daissy. Bokeb Setelah saling bertukar informasi, tiba-tiba Erick bertanya,“Katanya sebentar lagi mau kawin ya?”Jawab Daissy singkat, “Iya,” lalu sambungnya lagi, “Ini aku baru aja luluran, dalam rangka itu juga.”Setelah itu Daissy bertanya,“Kenapa memangnya?”Setelah terdiam sejenak Erick melanjutkan,“Kamu masih ingat nggak kejadian di sofa di pavilion tempat tinggal saya.”Tertegun Daissy mendengar pertanyaannya. Pada waktu Emir mengajak Daissy makan malam, walaupun hanya makanan dari warung di sebelah rumah, Daissy sungguh menikmati apa yang




















