Air mataku jatuh tanpa terasa. Bokep Indo Live Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Namun apa yang terjadi? “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah.




















