tetapi segala keraguanku tiba-tiba hilang ketika mbah Narto menjelaskan: “punya ilmu ini bisa buat cari uang, Dar.” Katanya: “apa kamu tahu berapa penghasilan dukun-dukun itu? kamu kira keluargaku kuwi keluarga perek opo? Bokep Mama “Suminem, mbah” katanya. Nah, tiba-tiba ada pikiran licik di otakku. Sambil menguap aku berdiri dari “meja kerja”ku, menuju pintu dan bermaksud menutupnya. Lembut dan hangat. mati pula dia nanti.. Terus ke bawah juga..” Ke bawah mana, tanyaku: “ke..ini Mbah, aduh, lingsem aku. Dia mulai terangsang.“Bagaimana rasanya, Nduk?” bisikku. Aku bisa menolongmu, tetapi itu sangat berbahaya. Aku menghela napas. Apa benar? Aku bertanya: “mana lagi Nduk, yang dicium si Kasno?”, Suminem sekarang menunjuk belakang telinganya, dan jarinya turun menyelusur leher: “di sini Mbah..” katanya. Melihat tanda persetujuan itu, aku segera mencopot kemaluanku dari memeknya, begitu cepat sehingga terdengar suara, “plop”.
















