Sepasang matanya yang biasa berbinar namun sekarang ketakutan itu setengah terpejam, kedua kelopaknya diwarnai pink, senada dengan seragamnya. Bokep Family Kau siapa!? Aku ingat. Gak pake otak!”“Ampun Pak… ampun… sumpah saya nggak sengaja… bukan maksud saya ngerusak kerjaan Bapak… maaf…” Umi hampir menangis karena ketakutan dan panik.“Maaf, maaf? Auh! Umi malas menanggapi Karman, dan kembali ke kesibukannya memoleskan lipstik ke bibirnya.“Heh!” terdengar dampratan bernada sewot dari sebelah mereka berdua. Kenapa harus nerima cinta orang yang kerjanya juga ngepel kalau kesempatan memperbaiki nasib masih terbuka lebar. Siapa namamu!?”“U… Umi Pak… ampun Pak… jangan bikin saya dipecat Pak…” Umi tak kuat, dia jatuh berlutut sambil sesenggukan.Tapi Pak Ramses sudah keburu kesal. Gedung tempat Umi bekerja adalah kantor pusat suatu perusahaan besar yang bonafid. Posisi Umi sungguh tidak menguntungkan, ruangan Pak Ramses hanya punya satu pintu




















