Jangankan hanya ijazah SMP, lulusan sarjana saja masih banyak yang menganggur.Dari pada jadi gelandangan, aku bekerja apa saja asalkan bisa mendapat uang untuk menyambung hidup. Bokeb “Kalau kurang, nanti saya tambah”, katanya lagi.“Terima kasih Nyonya. Entah sudah berapa kilometer aku berjalan kaki. Betapa tidak, ternyata Nyonya Wulandari tidak pernah puas kalau hanya satu atau dua kali bertempur dalam semalam. Cepat pergi, nanti Nyonya keburu tahu..”, kata Bi Minah sambil menepuk pundakku. Sekujur tubukku mendadak saja jadi menggeletar seperti terserang demam, ketika dia menghampiri dan langsung melingkarkan kedua tangannya ke leherku. Aku sempat terlunta-lunta, tanpa ada seorangpun yang mau peduli. Tapi juga jadi kekasihnya di atas ranjang.Mungkin karena aku sudah mulai loyo, Nyonya Wulandari membawaku ke sebuah club kesegaran. Kurang..?”, tanyanya. Tiba-tiba pandangan mataku tertuju kepada seorang wanita yang tampak kesal karena mobilnya




















