Sprei morat-marit dan kulihat bercak darah di sprel itu. Bokeb Ia memaksaku berbalik kesana kemari berganti posisi berkali-kali dan aku terpaksa menurut saja. Ayahku sendiri dari suku Ambon tetapi kelahiran Banyumas. Akan tetapi, ketika Pak Toyo sudah pergi ada rasa sesal di dalam hati. Rupanya Ia punya kunci milik ibu sehinga ia bisa bebas keluar masuk rumah kami. “Kok lama sekali?” tanya ibu ketika aku datang. Tak jarang sehari penuh aku berada di rumah ibu saat ibu berada di rumah kami menjaga kios jamu.Kadangkala aku memang butuh ketenangan belajar ketika sedang menghadapi ujian semester. Maklum, ayahku hanya pegawai kecil di Pemda KMS. Tetapi aku tetap berusaha bangkit dan dengan tertatih-tatih berjalan ke kamar mandi. Aku sendiri tidak tahu bagaimana bisa terjadi, tetapi kadangkala aku justru rindu dengan perlakuan Pak Toyo terhadapku itu.




















