Karena aku diam tak berreaksi, maka tangan Sang Kapten makin berani saja menjelajahi dadaku dan menciumi leher serta telingaku. Bokep aku sdh tak kuat Reni,” gumamnya.Betapa nikmatnya cairan spermanya, sampai tak sadar aku telah menelan habis tanpa tersisa, ini membuat seolah Sang Kapten tak mampu utk tegak berdiri. Kurebahkan tubuhku di atas kasur yg empuk dan membal. mmmmppphhhhh.. Betapa hangat dan nikmatnya air manimu Jack.Hal ini memancing cairanku ikut membanjiri kemaluanku sampai meluber ke permukaan.Kami berdua terkulai lemas, tp Kapten Jack sempat meraba bibir kemaluanku dan jarinya seolah mencungkil sesuatu dari meqiku, ternyata dia menunjukkan cairan merah kepadaku, dan ternyata adalah darah perawanku.Dijilatnya darah sambil berkata, “Terima kasih Reni, kamu betul-betul perawan..” Aku hanya menangis, menangisi kenikmatan yg sama sekali tak kusesalkan.




















