Aku lempar sarungku dan kaosku entah jatuh dimana. Bokep Indonesia Cuma bikin doang, giliran sudah jadi bocah orang lain dong yang ngurus”, katanya sambil merenggut manja. Kamu tahu, mustinya secara fisik, kami tidak ada masalah. Bu Tadi miring menghadapku dan tangannya diletakkan di atas perutku. Sambil makan kami terus mengobrol. Terdengar gemerisik tempat tidur, lalu sepi.Mungkin Bu Tadi bangun dan takut. Setelah yakin aman, aku menuju ke samping rumah Bu Tadi. Pelan pintu terbuka dan aku masuk ke dalam. Toh anak kami kan baru dua orang nantinya, dan pasti suamiku akan sayang sekali.Untukku sih memang seharusnya bapaknya sendiri yang mengurusnya. Ada dorongan sangat kuat untuk mendatangi rumah Bu Tadi.Berani nggaak, berani nggak. Walaupun sudah biasa, darahku pun berdesir juga membayangkan pertemuanku malam minggu nanti.Seperti biasa malam minggu adalah giliran ronda malamku.




















